Wagub Fadhlullah Tinjau Kuala Idi, Dengar Langsung Keluhan Nelayan Soal Pendangkalan Muara

Daerah, Headline, News58 Dilihat

Aceh Timur – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., meninjau kondisi Kuala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, pada Jumat (7/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendengar langsung keluhan nelayan terkait pendangkalan muara yang kian parah dan menghambat aktivitas keluar-masuk kapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi Rayeuk.

Dalam peninjauan itu, Wagub Fadhlullah menegaskan pentingnya penanganan cepat dan terukur terhadap persoalan tersebut.

“Kami sudah mendengar langsung dari masyarakat. Memang muara Idi Rayeuk ini mengalami pendangkalan yang cukup serius. Kami berharap langkah konkret segera dilakukan, termasuk pengerukan oleh UPTD terkait,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga |  Aceh Besar Juara Umum MTQ ke-37, Wagub: Momentum Membumikan Nilai Al-Qur’an

Ia menilai, pendangkalan muara tidak hanya berdampak pada aktivitas pelayaran, tetapi juga mengganggu roda ekonomi masyarakat pesisir.

“Kasihan para nelayan, kalau air sedang surut, kapal pengangkut ikan harus melakukan lansir di tengah laut. Ini jelas menyulitkan dan menambah biaya operasional. Mudah-mudahan bisa segera diatasi,” tambahnya.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam merespons persoalan infrastruktur perikanan di daerah. Fadhlullah berharap, langkah-langkah strategis dapat segera diambil agar aktivitas nelayan di Kuala Idi kembali normal dan distribusi hasil tangkapan tidak terganggu.

Baca Juga |  IWO Menolak Kriminalisasi Jurnalisme melalui Laporan Pencemaran Nama Baik dan UU ITE terhadap Media Papuanewsonline.com oleh Kadistrik Jita Suto H. Rontini

Wakil Gubernur turut didampingi oleh Wakil Bupati Aceh Timur, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten, serta perwakilan instansi teknis terkait. Dalam kesempatan itu, mereka juga berdialog langsung dengan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Salah satu tokoh masyarakat nelayan, H. Husaini, mengungkapkan bahwa kondisi muara kini sudah sangat memprihatinkan.

Baca Juga |  Wagub Fadhlullah Dorong Atlet Muda dan UMKM Lewat Open Turnamen Road Race 2025

“Muara ini sudah terlalu dangkal. Kapal nelayan sulit keluar masuk dan hanya bisa lewat saat air pasang. Kami sangat berharap adanya pengerukan dan penambahan jetty agar kapal bisa bergerak lebih leluasa,” ujarnya.

Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil tinjauan ini dengan langkah nyata guna memperlancar aktivitas ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah Aceh Timur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *