SikatKasus.News, Aceh Selatan – Tren kenaikan harga logam mulia kian tak terbendung. Hari ini, Senin (26/1/2026), harga emas perhiasan di sejumlah pasar utama di Aceh, resmi menyentuh angka Rp 9.300.000 per mayam atau sekitar 3,3 gram, termasuk ongkos pembuatan. Angka ini mencatatkan sejarah baru sebagai level tertinggi sepanjang masa di Serambi Mekkah.
Hanya dalam kurun waktu satu minggu, harga emas mengalami eskalasi yang sangat signifikan. Jika pada pertengahan Januari harga masih bertengger di kisaran Rp8,7 juta hingga Rp8,9 juta, kini angka tersebut telah melampaui level psikologis Rp9 juta.
Pantauan SikatKasus.News, harga emas murni (kadar 99%) dijual pada harga dasar sekitar Rp9.150.000, namun setelah ditambah ongkos cetak atau ongkos buat yang berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000, harga total yang harus dibayar konsumen mencapai Rp 9.300.000.
Informasi dihimpun, peningkatan tajam ini dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial:
- Ketidakpastian Geopolitik: Konflik global yang terus memanas membuat investor dunia beralih ke aset safe haven (aset aman), yaitu emas.
- Nilai Tukar Rupiah: Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memicu kenaikan harga emas dalam negeri, termasuk harga emas Antam yang kini mendekati Rp3 juta per gram.
- Permintaan Mahar: Di Aceh, emas bukan sekadar perhiasan, melainkan syarat utama mahar pernikahan. Tingginya frekuensi pernikahan di bulan-bulan tertentu tetap menjaga permintaan domestik tetap stabil meskipun harga melambung.
Kenaikan ini membawa dampak beragam di tengah masyarakat. Bagi mereka yang sudah menyimpan emas sejak lama, kondisi ini adalah keuntungan besar (capital gain). Namun, bagi para pemuda yang sedang mempersiapkan pernikahan, angka Rp9,3 juta per mayam menjadi tantangan berat.
”Dulu rencana mahar 10 mayam masih di angka Rp70 jutaan, sekarang kalau Rp9,3 juta berarti sudah tembus Rp93 juta. Ini tentu memaksa kami untuk mengatur ulang strategi keuangan,” ujar Reza Irfanda, salah satu pemuda di Aceh Selatan.
Menurut keterangan salah satu pedagang emas melaporkan adanya pergeseran tren transaksi. Sejak harga menembus angka Rp9 juta, masyarakat cenderung datang ke toko untuk menjual kembali (buyback) emas mereka guna mendapatkan keuntungan instan atau memenuhi kebutuhan mendesak.
”Daya beli sedikit menurun untuk perhiasan baru, tapi yang menjual emas meningkat drastis. Banyak warga yang memanfaatkan momen harga tinggi ini untuk mencairkan tabungan emas mereka,” ungkap salah satu pemilik toko emas di Tapaktuan, Aceh Selatan.
Rincian Estimasi Harga Emas Aceh (26 Januari 2026):
Para analis memprediksi harga emas masih berpotensi fluktuatif dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga global sebelum melakukan transaksi besar, demikian.






