SikatKasus.News, Aceh Selatan – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan sosial dengan menghadiri kegiatan tahunan penyantunan anak yatim di Desa Ladang Panton Luas, Kecamatan Samadua, Sabtu (7/2/2026).
Acara yang dipusatkan di desa setempat ini dihadiri langsung oleh Plt. Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra, SE, MM, mewakili Bupati Aceh Selatan. Turut hadir Camat Samadua, jajaran Forkopimcam Samadua, serta Imum Mukim Panton Luas.
Ketua Panitia Pelaksana, Hasruddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa dana yang terkumpul untuk penyantunan tahun ini mencapai lebih dari Rp40 juta. Dana tersebut murni bersumber dari sumbangan sukarela (derma ikhlas) masyarakat serta kontribusi dari para Ninik Mamak.
Keuchik Desa Ladang Panton Luas, Rusdianto, menegaskan bahwa tradisi ini telah terjaga selama puluhan tahun.
”Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kolektif kita terhadap anak yatim, piatu, dan fakir miskin di desa kita. Ini adalah amanah yang harus terus kita jaga,” ujar Rusdianto.

Di tempat yang sama, Plt. Sekda, Aceh Selatan, Diva Samudra menyampaikan salam hangat dari Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan, MS, kepada seluruh warga Kemukiman Panton Luas. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga Desa Ladang dalam menjaga tradisi mulia ini.
”Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mari kita pertahankan dan terus pupuk rasa kepedulian. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat dan anak-anak kami agar Bapak Bupati H. Mirwan selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT untuk terus memimpin dan membangun kabupaten yang kita cintai ini,” tutur Diva Samudra.
Hal senada juga disampaikan oleh Imum Mukim Panton Luas dan perwakilan Ninik Mamak, Amri MS. Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendoakan para leluhur dan mendoakan keberlangsungan kepemimpinan yang membawa berkah bagi Aceh Selatan.
Acara ditutup dengan tausiah singkat dari Ust. Hafizan, S.Pd. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa memuliakan anak yatim adalah perintah langsung dari Allah SWT dan merupakan sunnah utama Nabi Muhammad SAW yang menjanjikan kemuliaan di dunia maupun akhirat.
Kegiatan diakhiri dengan momen haru saat seluruh lapisan masyarakat—mulai dari kaum bapak, ibu-ibu, hingga pemuda—saling berjabat tangan dan bersilaturahmi dengan para Ninik Mamak. Suasana kekeluargaan terasa sangat kental, mengobati kerinduan masyarakat terhadap para tokoh adat dan orang tua kampung yang selama ini menjadi panutan, demikian.






