Sikatkasus.news |Banda Aceh- Pertanyaan besar kini menggantung di benak pemuda, pelajar, dan mahasiswa Tapak Tuan di Banda Aceh di mana HIPPMAT sebenarnya berada? Apakah masih hidup sebagai organisasi, atau hanya tersisa nama tanpa denyut nadi yang siap untuk dikubur?
HIPPMAT yang dahulu dikenal sebagai rumah besar konsolidasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa Tapak Tuan, kini nyaris tak terdengar langkah. Tidak ada agenda, tidak ada pernyataan sikap, tidak ada arah gerak. Yang tersisa hanyalah keheningan panjang yang memalukan bagi sebuah organisasi yang mengklaim diri sebagai representasi generasi muda.
Ketiadaan aktivitas ini bukan persoalan sepele, apalagi sekadar alasan kesibukan. Ini adalah indikasi kegagalan kepemimpinan dan macetnya fungsi organisasi. Lemahnya koordinasi, buruknya komunikasi, serta hilangnya semangat kolektif menunjukkan bahwa HIPPMAT sedang berada dalam kondisi kritis menuju kematian.
“Tidak adanya kabar dan aktivitas HIPPMAT membuat kami bertanya-tanya, apakah organisasi ini masih memiliki komitmen terhadap fungsi dasarnya, atau justru telah terkubur tanpa inovasi, Padahal kebutuhan mahasiswa akan ruang pembinaan, diskusi, dan pengembangan diri semakin mendesak,” tegas Habib tokoh muda Tapak Tuan.
Ironisnya, di tengah tantangan mahasiswa yang semakin kompleks mulai dari akademik, sosial, hingga masa depan HIPPMAT justru absen dan buang muka. Organisasi yang seharusnya hadir sebagai garda terdepan, malah memilih diam. Ini bukan sikap dewasa, ini bentuk ketidak tanggungjawab pemimpin.
HIPPMAT hari ini terancam berubah menjadi organisasi penuh jaring laba-laba ada struktur, ada jabatan, tetapi tidak ada gerakan. Jabatan numpang nama agar terlihat keren. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terutama mahasiswa Tapak Tuan akan benar-benar runtuh.
M. Habibul menegaskan Jika tidak sanggup menjalankan amanah organisasi, lebih baiknya untuk mengundurkan diri dari jabatan. Organisasi bukan tempat bertahan demi status, tetapi ruang pengabdian dan kerja nyata.
” Jika tidak sanggup membesarkan organisasi, lebih baik mundur saja dari jabatan, jangan cuman numpang nama” ungkap habib.
HIPPMAT tidak dibangun untuk menjadi monumen mati. Ia lahir dari semangat perjuangan dan solidaritas. Jika ruh itu masih ada, maka buktikan dengan kerja nyata. Jika tidak, jangan biarkan nama besar HIPPMAT mati perlahan dalam diam.






