‎Harga Cabai Tembus 40.000, Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat Jelang Ramadan

‎SikatKasus.News, Aceh Selatan – Dinamika harga pangan di pasar Impres, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mulai menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, Senin 2 Februari 2026.

‎Pantauan SikatKasus.News, harga Cabai Merah Keriting (CMK) mulai bertengger diangka Rp40.000 per kilogram. Meski angka ini sudah dikeluhkan oleh sebagian ibu rumah tangga, para ahli dan pedagang memprediksi bahwa ini hanyalah awal dari lonjakan harga yang lebih tinggi.

‎Memasuki momentum menjelang bulan suci Ramadan, permintaan pasar biasanya meningkat drastis. Berdasarkan pola musiman dan kondisi stok saat ini, harga cabai diprediksi akan terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Baca Juga |  Puluhan Prajurit Macan Leuser diterjunkan untuk Bersihkan TK Pelangi Aceh Tamiang

‎Berseberangan dengan keresahan konsumen, para petani ditingkat produsen justru menilai harga saat ini masih dalam kategori moderat. Menurut mereka, angka Rp40.000 per kilogram adalah titik impas yang sangat tipis jika dibandingkan dengan modal yang harus dikeluarkan.

‎Heri Sofyan, salah satu petani CMK, asal Aceh Selatan, mengatakan curah hujan yang tidak menentu dan suhu yang fluktuatif memicu pertumbuhan hama serta jamur yang lebih cepat.

Baca Juga |  Kafilah Aceh Tutup STQH Nasional 2025 dengan capaian Empat Gelar Juara

‎”Untuk menyelamatkan tanaman dari gagal panen akibat cuaca, kami harus menggunakan obat-obatan atau pestisida dengan dosis ekstra, yang harganya kini naik tajam,” ungkapnya.

‎Tak hanya itu, sambung Heri, Pemeliharaan lahan ditengah cuaca buruk membutuhkan tenaga kerja dan alat yang lebih banyak agar drainase tetap terjaga dan tanaman tidak membusuk.

‎”Bagi konsumen mungkin Rp40.000 terasa mahal, tapi bagi kami itu harga normal. Biaya obat-obatan dan perawatan sekarang sudah meroket. Kalau harga di bawah itu, kami justru tekor karena biaya tanamnya sudah sangat tinggi akibat cuaca buruk,” tukasnya.

Baca Juga |  Bupati Mirwan Tetap Pimpin dari Tanah Suci: Umroh Terjadwal Jauh Sebelum Banjir Melanda

‎Kenaikan harga cabai memang menjadi fenomena tahunan, namun tahun ini tantangannya lebih berat karena faktor iklim yang memengaruhi kuantitas panen nasional secara keseluruhan.

‎”Kami berharap, konsumen bisa memahami derita para petani. Kami hanya menginginkan harga jual dengan biaya perawatan seimbang ditengah cuaca ekstrim,” demikian pungkas pejuang pangan itu.