TNI Tuntaskan Finishing Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Akses Transportasi Warga Segera Pulih

TNI/POLRI12 Dilihat

Sikatkasus.news |Bener Meriah – Kodim 0119/Bener Meriah melalui Satuan Tugas (Satgas) Gulbencal Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Pada Rabu (25/02/2026), personel gabungan melaksanakan tahap akhir pengerjaan Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, berupa pengecatan sebagai bagian dari proses finishing sebelum jembatan tersebut resmi difungsikan untuk masyarakat.

Kegiatan pengecatan ini menjadi penanda bahwa progres pembangunan jembatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejak awal pengerjaan, Satgas Gulbencal bekerja secara intensif dan terkoordinasi guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai standar teknis serta memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan jembatan.

Satgas Gulbencal yang terlibat dalam pengerjaan tersebut terdiri dari prajurit Batalyon Zeni Konstruksi 13/Karya Etmaka, Batalyon Zeni Konstruksi 14/Sradha Wirya Samertitaya, Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma, serta personel Koramil 06/Bukit. Sinergi antar satuan tersebut mencerminkan soliditas dan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga |  Wujud Sinergitas TNI-Polri dan Kemanunggalan Rakyat, Satgas Yonif 112/DJ Resmikan Aula Merah Putih di Pos Kalome

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, melalui Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid yang berada di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa proses pengecatan bukan sekadar memperindah tampilan jembatan, melainkan memiliki fungsi teknis yang sangat penting.

“Pengecatan Jembatan Bailey dengan warna merah putih ini merupakan tahap akhir atau finishing. Selain memberikan tampilan yang rapi, bersih, dan representatif, lapisan cat juga berfungsi melindungi material baja dari korosi akibat paparan cuaca, sehingga usia pakai jembatan dapat lebih panjang dan tetap aman digunakan dalam jangka waktu lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan warna merah putih pada pagar dan bagian tertentu jembatan juga memiliki makna simbolis sebagai representasi semangat kebangsaan. Di samping itu, kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai penanda visual yang kontras bagi pengendara yang melintas, sehingga meningkatkan aspek keselamatan, terutama pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca berkabut atau hujan.

Baca Juga |  Puluhan Prajurit Macan Leuser diterjunkan untuk Bersihkan TK Pelangi Aceh Tamiang

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah daerah memulihkan akses transportasi masyarakat yang sebelumnya mengalami gangguan. Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung utama antarwilayah di Desa Karang Rejo dan sekitarnya, yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pendidikan bagi para pelajar, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani, keberadaan jembatan yang layak dan aman sangat berpengaruh terhadap kelancaran roda perekonomian. Selama akses terganggu, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian jembatan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat.

Baca Juga |  Pangdam IM Tinjau Alat Berat dan Mobil Ro Bantuan Presiden RI di Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

Salah seorang warga Desa Karang Rejo, Sulaiman (45), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi serta kerja keras personel TNI yang terlibat dalam pembangunan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja tanpa kenal lelah. Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil kebun ke pasar dan aktivitas anak-anak ke sekolah juga menjadi lebih lancar. Semoga jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah rampungnya tahap finishing pengecatan ini, Jembatan Bailey di Desa Karang Rejo dapat segera diresmikan dan difungsikan dalam waktu dekat. Dengan kembali normalnya akses transportasi, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bukit diharapkan semakin meningkat, sekaligus memperkuat konektivitas dan ketahanan wilayah di Kabupaten Bener Meriah.