Wagub Aceh Dampingi Wamen BUMN Tinjau Huntara dan RSUD Aceh Tamiang

Daerah, Headline, News184 Dilihat

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Aceh untuk memastikan penanganan pascabencana banjir berjalan terkoordinasi, adil, dan menyentuh seluruh wilayah terdampak, khususnya melalui percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara).

Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat mendampingi Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria, dalam peninjauan langsung persiapan pembangunan Huntara serta RSUD Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan itu, Fadhlullah tampil aktif menyuarakan kepentingan daerah, sekaligus mendorong pengambilan kebijakan yang berpihak pada masyarakat terdampak banjir di seluruh Aceh.

Baca Juga |  Wagub Aceh Fadhlullah Ramah Tamah dengan Kepala BNPB, Bahas Kesiapsiagaan Bencana

Wagub menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh terpusat hanya di Aceh Tamiang, mengingat dampak banjir juga dirasakan secara serius di sejumlah kabupaten/kota lain. Ia secara tegas mengusulkan agar alokasi Huntara dilakukan secara proporsional dan berbasis tingkat kerusakan.

Baca Juga |  Dansatgas Yonif 112/DJ Tinjau Lokasi Pembangunan Aula Serbaguna untuk Warga Jigobak, Puncak Jaya

“Pemerintah Aceh mendorong agar daerah-daerah lain yang terdampak parah, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues, juga mendapat perhatian yang setara,” ujar Fadhlullah.

Sejalan dengan rencana bantuan 15.000 unit rumah dari Danantara, Wagub menegaskan pentingnya pemerataan distribusi Huntara agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan berkeadilan. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh seluruh korban bencana, tanpa terkecuali.

Baca Juga |  Perkuat Birokrasi, Pemerintah Aceh lakukan Rotasi Besar Besaran, 294 Pejabat Struktural Dilantik Hari Ini

Langkah strategis yang diambil Fadhlullah ini mencerminkan peran aktif Pemerintah Aceh dalam mengawal kebijakan pusat, sekaligus memastikan solusi hunian sementara yang layak, manusiawi, dan berkeadilan benar-benar hadir bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.