SikatKasus.News, Aceh Selatan – Kenyamanan pengguna fasilitas publik kembali terusik. Halte angkutan umum di depan SMAN 1 Tapaktuan, Aceh Selatan, kini menjadi sorotan setelah pengguna dan para pelajar mengeluhkan bau busuk menyengat yang berasal dari paret (saluran air) yang penuh dengan tumpukan sampah. Kondisi memprihatinkan ini dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari tanpa adanya penanganan serius dari pihak berwenang.
Amatan, paret yang terletak persis di belakang halte tersebut telah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah ilegal. Saluran air itu dipenuhi campuran sampah seperti botol dan kantong plastik, serta sisa-sisa makanan yang membusuk. Akibatnya, aroma tak sedap yang parah menyebar hingga ke badan jalan dan area halte, menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan mengganggu.
Salahsatu Warli Murit, enggan disebut namanya, kepada SikatKasus.News, Kamis 4 Desember 2025, mengungkapkan kekecewaannya. “Sangat tidak nyaman. Setiap pagi kami menunggu angkutan disini, tapi bau busuknya luar biasa. Anak-anak sekolah juga kasihan harus menghirup bau seperti ini. Ini sudah berhari-hari,” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga terkait potensi risiko kesehatan. Para wali murid berharap Pemerintah Daerah Aceh Selatan, khususnya dinas terkait, segera mengambil tindakan cepat.
“Kami berharap agar paret ini dibersihkan secepatnya. Ini depan sekolah, tempat anak-anak menuntut ilmu, masa dibiarkan seperti tempat pembuangan sampah?” beber wali murit itu, khawatir kondisi ini akan memicu penyakit.
Selain itu, dia juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah lokal agar kejadian tumpukan sampah di fasilitas publik tidak terulang kembali di masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, Teuku Masrizar, saat ditemui awak media mengatakan pihaknya berterimakasih atas informasi yang disampaikan, dan akan menindaklanjuti dengan segera.
“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas informasinya, Insyaallah besok akan segera kita urus tumpukan sampah yang dimaksud agar kenyamanan pengguna halte tidak lagi terusik akibat bau yang menyengat,” demikian pungkasnya.











