Terkait Isu Refresing Wartawan, Hartini: Jangan Kotori Profesi Wartawan Dengan Isu Miring

SIKATKASUS.NEWS | ACEH SELATAN – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Aceh Selatan, Hartini, membantah keras isu beredar terkait adanya pembahasan mengenai refreshing atau bentuk hiburan lainnya dalam diskusi antara wartawan dan Bupati Aceh Selatan, di Pendopo Bupati setempat, Jumat 14 November 2025 lalu.

“Kabar tersebut tidak benar dan menyesatkan, juga dapat mencoreng integritas jurnalis di Aceh Selatan,” ungkap Hartini, saat dihubungi SikatKasus.News, via pesan WhatAPP, Minggu (17/11/2025).

Menurutnya, diskusi yang berlangsung hingga menjelang azan magrib itu sepenuhnya fokus pada isu-isu penting terkait kinerja pemerintah daerah, transparansi informasi, dan dinamika lapangan. Para wartawan menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan, sementara Bupati Aceh Selatan menanggapi satu per satu secara terbuka.

Baca Juga |  Sambut HUT Aceh Selatan Ke-69, Dinas Perkim Gelar Semangat Gotong Royong

Dia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pembicaraan yang mengarah pada refreshing selama forum berlangsung.

“Forum itu berlangsung serius dan profesional. Tidak ada pembahasan refreshing seperti yang diberitakan pihak-pihak tertentu. Informasi itu tidak benar dan menyesatkan,” tegas Hartini.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa memang seusai forum, beberapa wartawan sempat berbicara secara informal dengan Bupati sambil menunggu sesi foto bersama, namun percakapan tersebut tidak ada kaitan dengan isu yang digoreng hingga tak mendasar.

Baca Juga |  Keluarga Akademisi: Putra Veteran RI di Aceh Selatan Raih Gelar Doktor Ketiga dalam Tujuh Bersaudara

Tak hanya itu, Hartini juga menegaskan bahwa IWO Aceh Selatan tidak pernah meminta, tidak tertarik, bahkan tidak akan menerima tawaran apa pun yang dapat menurunkan martabat profesi.

“Kami tahu batas kami sebagai jurnalis. Tugas kami mengawasi kebijakan publik, mengkritisi jika perlu, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bukan mencari fasilitas atau hal-hal yang melanggar etika profesi,” ujar wanita kerap disapa buk Tini itu.

Baca Juga |  Pertemuan Hangat Wagub Aceh–Pangdam IM Bahas Solusi Konkret Ketahanan Pangan

Dengan pernyataan tegas ini, IWO Aceh Selatan berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar serta tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak sesuai fakta.

Ia menilai bahwa isu tersebut bisa berdampak buruk pada citra dunia pers di Aceh Selatan jika tidak segera diluruskan.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak mudah menyebarkan kabar yang tidak akurat. Ini menyangkut marwah organisasi dan kepercayaan publik terhadap wartawan,” demikian pungkas Hartini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *