Wagub Aceh Bahas Penanganan Bencana dan Pembangunan Huntara Bersama BUMN

Daerah, Kesehatan, News10 Dilihat

BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membahas penanganan bencana serta rencana pembangunan hunian sementara (huntara) bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, dalam pertemuan di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh, Kamis (8/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Fadhlullah memaparkan kondisi terkini sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, sekaligus menjelaskan langkah-langkah penanganan darurat yang telah dijalankan Pemerintah Aceh. Ia menegaskan, percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi konkret antara pemerintah daerah dan BUMN, terutama dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga |  Tarmizi Resmi Ditunjuk sebagai Plt Kasatpol PP dan WH Aceh

Fadhlullah juga mengusulkan agar huntara yang dibangun oleh BUMN tidak hanya bersifat fungsional, tetapi turut dilengkapi fasilitas ibadah serta ruang bermain anak. Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk menjaga kenyamanan pengungsi sekaligus mendukung proses pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak korban bencana.

Baca Juga |  Wagub Aceh Dampingi Wamen BUMN Tinjau Huntara dan RSUD Aceh Tamiang

Selain membahas pembangunan huntara, Wagub Aceh memberikan arahan serta rekomendasi sejumlah daerah yang dinilai strategis untuk dikunjungi langsung oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN. Kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran riil kondisi pascabencana dan memperkuat dukungan BUMN dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah juga menyampaikan pengalamannya turun langsung ke lokasi bencana, bertemu warga terdampak, serta meninjau kerusakan infrastruktur. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga |  Diduga Cacat Hukum, IMPS Desak Gubernur Aceh dan Bupati Asel Evaluasi IUP Eksplorasi PT BSM ‎

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Pemerintah Aceh dan BUMN dalam mempercepat penanganan bencana serta pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *