Wagub Aceh Dampingi Wamen BUMN Tinjau Huntara dan RSUD Aceh Tamiang

Daerah, Headline, News152 Dilihat

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Aceh untuk memastikan penanganan pascabencana banjir berjalan terkoordinasi, adil, dan menyentuh seluruh wilayah terdampak, khususnya melalui percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara).

Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat mendampingi Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria, dalam peninjauan langsung persiapan pembangunan Huntara serta RSUD Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan itu, Fadhlullah tampil aktif menyuarakan kepentingan daerah, sekaligus mendorong pengambilan kebijakan yang berpihak pada masyarakat terdampak banjir di seluruh Aceh.

Baca Juga |  Satgas Yonif 112/DJ Hadir Sebagai Keluarga Bagi Warga Puncak Jaya

Wagub menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh terpusat hanya di Aceh Tamiang, mengingat dampak banjir juga dirasakan secara serius di sejumlah kabupaten/kota lain. Ia secara tegas mengusulkan agar alokasi Huntara dilakukan secara proporsional dan berbasis tingkat kerusakan.

Baca Juga |  Gegara Umrah di Tengah Banjir: Polemik Bupati Asel Memanas, Pegiat Sosial Tuding Ada ‘Tangan Jahil’ Ingin Rebut Kekuasaan

“Pemerintah Aceh mendorong agar daerah-daerah lain yang terdampak parah, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues, juga mendapat perhatian yang setara,” ujar Fadhlullah.

Sejalan dengan rencana bantuan 15.000 unit rumah dari Danantara, Wagub menegaskan pentingnya pemerataan distribusi Huntara agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan berkeadilan. Menurutnya, kehadiran negara harus dirasakan secara nyata oleh seluruh korban bencana, tanpa terkecuali.

Baca Juga |  Wagub Fadhlullah Pimpin Rapat Bahas Solusi Pembayaran Ganti Rugi Tanaman di Proyek Tol Padang Tiji–Seulimeum

Langkah strategis yang diambil Fadhlullah ini mencerminkan peran aktif Pemerintah Aceh dalam mengawal kebijakan pusat, sekaligus memastikan solusi hunian sementara yang layak, manusiawi, dan berkeadilan benar-benar hadir bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *